Jumat, 06 Mei 2016

Sang Revolusioner, Nelson Mandela

Sejarah Singkat Nelson Mandela
Seorang pejuang keadilan akan hak-hak manusia melalui gerakan anti-apartheid nya telah berpulang pada kamis 5 Desember 2013, Nelson Mandela. Mandela wafat di usia 95 tahun di kediamannya di Johannesburg  Afrika Selatan. Pada hari itu juga khususnya warga Afrika Selatan tumpah ruah dijalanan mendoakan seraya melambaikan tangan perpisahan kepada pejuang hak asasi manusia, Mandela.  Dalam pembelaan terhadap rakyat asli Afrika Selatan, Mandela semasa hidupnya mati-matian membela demokrasi , menyerukan kebebasan (liberti) dan persamaan (ekualiti) hak-hak warga Negara.
Dalam sejarah, apartheid adalah skema suatu pemerintahan yang melakukan pembedaan dan pemisahan atas ras ataupun suku guna melindungi hak-hak khusus suatu ras. Kolonial Belanda di Afrika Selatan dari sekitar awal abad ke-20 hingga tahun 1990 menerapkan  pemisahan ras dengan tujuan untuk melindungi hak-hak istimewa kolonial. Apharteid mulai dipraktekan oleh pemerintah kulit putih Belanda di Afrika Selatan, kemudian berkembang menjadi suatu kebijakan politik dan menjadi politik resmi pemerintahan Afrika Selatan yang terdiri dari program dan peraturan yang bertujuan untuk melestarikan pemisahan rasial secara struktural sampai akhirnya dihapuskan pada tahun 1990. [i]
Dalam sistem apartheid, masyarakat ras kulit putih memiliki keuntungan sosial dan ekonomi lebih banyak khususnya prioritas mendapatkan hak perumahan, pekerjaan, pendidikan, dan akses kekuasaan politik. Mengingat pelanggaran hak asasi manusia ekstrim yang berasal dari apartheid , banyak efek negatif ditimbulkan mulai dari konflik ekonomi, sosial, dan politik. Awalnya perspektif konvensional adalah apartheid dilakukan oleh kulit putih kaya untuk menekan kulit hitam miskin . Bahkan , sistem melompat dari perang kelas dan beralih dengan isu pekerja buruh kulit putih berjuang melawan kedua mayoritas hitam dan putih kapitalis . Apartheid lahir dalam kemenangan politik serikat buruh kulit putih radikal atas kedua saingan mereka. Sehingga bisa dikatakan, sistem ekonomi kejam yang menindas pada saat itu adalah sosialisme kamu buruh kulit putih (serikat buruh kulit putih) dengan wajah rasis. Inilah yang kemudian diperjuangkan seorang Nelson Mandela untuk melawan dan memperjuangkan kesetaraan dalam berbagai hal. Adanya banyak ketimpangan yang dilakukan sistem apartheid terhadap perempuan (pelecehan seksual), anak ( akibat kekurangan gizi), hak layanan publik, serta hak atas kepemilikian lahan membuat kebijakan-kebijakan yang lebih menguntungkan bagi warga kulit putih. Hal ini menurut Mandela  adalah sistem diskriminatif terhadap warga Afrika Selatan asli kulit hitam. Melalui motor penggerak ANC (African National Conggres), Nelson Mandela dan kelompoknya berjuang untuk menghapuskan diskriminasi apartheid. Gerakan ANC pun bergerak secara damai, tanpa kekerasan, pemogokan, dan pembangkangan sipil masal guna membebaskan “pemisahan” hak berdasarkan atas ras (apartheid). Puncaknya pada tahun 1952, Mandela diadili dan dijatuhi hukuman percobaan memperjuangkan Campaign of Just Defiance hingga ANC secara resmi dilarang oleh pemerintahan proapartheid pada tahun 1960. Pun begitu, semangat menyala Mandela untuk perjuangkan hak-hak sipil belum redup. Mandela lalu medirikan organisasi Umkhonto we Sizwe sebagai usaha untuk memperjuangkan hak-hak sipil terhadap kekerasan yang ditimbulkan oleh politik apartheid. Pada tahun 1962, pemerintah proapartheid memenjarakan Nelson Mandela hingga tahun 1990.  Mandela bersama ANC berhasil menghapuskan sistem apartheid dan menjadi presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan yang terpilih secara demokratis sejak tahun 1994-1999. Sebuah kemenangan yang memang diinginkan sejak lama bagi warga kulit hitam Afrika Selatan. Perjuangan Mandela pun diakui oleh dunia sebagai seorang revolusioner yang menumbangkan kekejaman apartheid. Mandela berpesan "Yang penting dalam hidup bukanlah fakta bahwa kita telah hidup. Namun bagaimana (kita) bisa lakukan hal yang berbeda untuk kehidupan orang lain yang akan menentukan signifikansi dari kehidupan yang kita pimpin".[ii]
Pembelaan Hak Asasi Rakyat Palestina
Tak hanya melakukan pembelaan atas negaranya sendiri, Mandela kerap kali memberikan pembelaan atas diskriminasi kemanusiaan bagi mereka yang lain (the others) yang terjadi di beberapa negara. Pada 4 desember tahun 1997 pada peringatan hari Internasional Solidaritas Bangsa Palestina di Pretoria Afrika Selatan, dia mengatakan dengan lantang tentang makna kebebasan bagi rakyat Palestina "Kita tahu betul bahwa kebebasan kita akan tetap tidak lengkap tanpa kebebasan rakyat Palestina”. Ungkapan pembelaan ini kiranya bisa kita cermati bagaimana Mandela menggunakan kata-kata untuk memperjuangkan hak-hak persamaan asasi manusia. Dalam hal pembelaan terhadap rakyat Palestina, Ungkapan dan gerakan perjuangan Mandela diteguhkan pula oleh seorang revolusioner, Subcommandante Marcos. Menanggapi krisis di Palestina, Marcos dalam konferensi the World Festival of Dignified Rage pada tanggal 4 Januari 2009 memberikan pembelaan atas hak-hak sipil rakyat Palestina dengan menolak kekerasan atas nama apapun. Israel bertanggung jawab dalam hal kejahatan HAM rakyat Palestina. Marcos juga menyerukan agar rakyat Palestina tetap bertahan dan berjuang tasa hak tanah kelahirannya Palestina.[iii]
Cinta Batik Indonesia?
Mandela sempat membuat Presiden RI Suharto terkejut saat tokoh anti apartheid itu mengunjungi Jakarta pada tahun 1997. Saat itu, Mandela mengenakan batik, sementara Suharto berjas lengkap. Bahkan menurut berita yang dilansir di Tribun News.com Batik juga dikenakan saat acara-acara resmi seperti saat launching asosiasi mantan pemimpin dunia, The Elders tahun 2007 lalu.[iv]

Mantan Duta besar RI untuk Afrika Selatan Sugeng Rahardjo kepada BBC mengatakan bahwa perkenalan Mandela dengan batik terjadi pada tahun 1990, beberapa bulan setelah dia keluar dari penjara Pulau Roben. Asia termasuk Indonesia, kata Rahardjo, adalah tujuan utama perjalanan Madiba -nama akrab Mandela- usai keluar penjara. Saat kunjungan Mandela ke Indonesia, Mandela diberi cindera mata baju batik oleh presiden RI Soeharto. Bahkan beberapa baju batik merupakan rancangan desainer Indonesia Iwan Tirta.  Alhasil, baju batik yang sering ia (Mandela) kenakan terkenal di kalangan masyarakat afrika Selatan. Untuk menghormati dan sebagai kenangan rakyat Afrika Selatan, baju Mandela yang terbuat dari batik tersebut dinamakan “Madiba Shirt” atau baju Madiba. Nama tersebut diambil dari nama klan keluarga Nelson Mandela. Sementara itu untuk selalu mengenang perjuangan Nelson Mandela, didirikan beberapa institusi sosial bernama Nelson Mandela Foundation, Nelson Mandela’s Children Fund, dan The Mandela Rhodes Foundation. Kenangan Perjuangan Mandela akan selalu dikenang milyaran umat manusia sebagai Tokoh Pejuang Kemanusiaan Anti-Diskriminasi, saat ini hingga masa yang akan datang.  
RIP Mandela
 



Diterbitkan melalui Majalah Tebuireng Edisi Januari tahun 2013

[i] Apartheid adalah sistem pemisahan ras legal yang diterapkan di Republik Afrika Selatan dari tahun 1948 sampai 1993. Apartheid berasal dari kata bahasa Afrika yang berarti “terpisah”. Namun, bibit apartheid sebenarnya telah tumbuh jauh sebelum tahun 1948 dan terus menghantui Afrika Selatan sebelum akhirnya dihapuskan. Dari laman http://www.amazine.co/25039/apa-itu-apartheid-fakta-sejarah-informasi-lainnya/ 14 Desember 2013

[ii] Ungkapan diambil dari laman http://www.nelsonmandela.org/content/page/biography 14 Desember 2013

[iii] Diambil dari Spanish and English Text Versions of Subcomandante Marcos' speech on Gaza, given at the World Festival of Dignified Rage on January 4th, 2009, Blog Tony Herrera. Subcommandante Marcos adalah pemimpin gerilyawan EZLN di Meksiko yang berjuang atas penderitaan dan penindasan hak asasi manusia masyarakat keturunan asli Maya di Chiapas. Marcos memberikan perlawannanya terhadap pemerintahan Meksiko karena mereka (warga keturunan asli Maya Meksiko) hidup dalam penderitaan dan tidak diakui hak-hak kewarganegaraannya sehingga pelayanan publik kepada masyarakat terisolir tidak ada mengingat pemerintah Meksiko masih menganggap mereka masyarakat kelas tiga dan tidak diperhatikan kesejahteraannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar