Sejarah
Singkat Nelson Mandela
Seorang pejuang keadilan akan hak-hak
manusia melalui gerakan anti-apartheid nya telah berpulang pada kamis 5
Desember 2013, Nelson Mandela. Mandela wafat di usia 95 tahun di kediamannya di
Johannesburg Afrika Selatan. Pada hari
itu juga khususnya warga Afrika Selatan tumpah ruah dijalanan mendoakan seraya
melambaikan tangan perpisahan kepada pejuang hak asasi manusia, Mandela. Dalam pembelaan terhadap rakyat asli Afrika
Selatan, Mandela semasa hidupnya mati-matian membela demokrasi , menyerukan
kebebasan (liberti) dan persamaan (ekualiti) hak-hak warga Negara.
Dalam sejarah, apartheid adalah skema
suatu pemerintahan yang melakukan pembedaan dan pemisahan atas ras ataupun suku
guna melindungi hak-hak khusus suatu ras. Kolonial Belanda di Afrika Selatan dari
sekitar awal abad ke-20 hingga tahun 1990 menerapkan pemisahan ras dengan tujuan untuk melindungi
hak-hak istimewa kolonial. Apharteid mulai dipraktekan oleh pemerintah kulit
putih Belanda di Afrika Selatan, kemudian berkembang menjadi suatu kebijakan politik
dan menjadi politik resmi pemerintahan Afrika Selatan yang terdiri dari program
dan peraturan yang bertujuan untuk melestarikan pemisahan rasial secara
struktural sampai akhirnya dihapuskan pada tahun 1990. [i]
Dalam sistem apartheid, masyarakat
ras kulit putih memiliki keuntungan sosial dan ekonomi lebih banyak khususnya
prioritas mendapatkan hak perumahan, pekerjaan, pendidikan, dan akses kekuasaan
politik. Mengingat
pelanggaran hak asasi manusia ekstrim yang berasal dari apartheid , banyak efek negatif ditimbulkan mulai
dari konflik ekonomi, sosial, dan politik. Awalnya perspektif konvensional adalah apartheid
dilakukan oleh
kulit putih kaya untuk menekan kulit hitam miskin . Bahkan , sistem melompat
dari perang kelas dan beralih
dengan isu pekerja buruh kulit putih berjuang melawan kedua mayoritas hitam dan
putih kapitalis . Apartheid lahir dalam kemenangan politik serikat buruh kulit putih radikal
atas kedua saingan mereka. Sehingga bisa dikatakan, sistem ekonomi kejam yang menindas
pada saat itu adalah sosialisme kamu buruh kulit putih (serikat buruh kulit
putih) dengan wajah rasis. Inilah yang kemudian diperjuangkan seorang Nelson Mandela untuk melawan
dan memperjuangkan kesetaraan dalam berbagai hal. Adanya banyak ketimpangan
yang dilakukan sistem apartheid terhadap perempuan (pelecehan seksual), anak (
akibat kekurangan gizi), hak layanan publik, serta hak atas kepemilikian lahan
membuat kebijakan-kebijakan yang lebih menguntungkan bagi warga kulit putih. Hal
ini menurut Mandela adalah sistem
diskriminatif terhadap warga Afrika Selatan asli kulit hitam. Melalui motor
penggerak ANC (African National Conggres), Nelson Mandela dan kelompoknya
berjuang untuk menghapuskan diskriminasi apartheid. Gerakan ANC pun bergerak
secara damai, tanpa kekerasan, pemogokan, dan pembangkangan sipil masal guna
membebaskan “pemisahan” hak berdasarkan atas ras (apartheid). Puncaknya pada
tahun 1952, Mandela diadili dan dijatuhi hukuman percobaan memperjuangkan
Campaign of Just Defiance hingga ANC secara resmi dilarang oleh pemerintahan
proapartheid pada tahun 1960. Pun begitu, semangat menyala Mandela untuk
perjuangkan hak-hak sipil belum redup. Mandela lalu medirikan organisasi
Umkhonto we Sizwe sebagai usaha untuk memperjuangkan hak-hak sipil terhadap
kekerasan yang ditimbulkan oleh politik apartheid. Pada tahun 1962, pemerintah
proapartheid memenjarakan Nelson Mandela hingga tahun 1990. Mandela bersama ANC berhasil menghapuskan
sistem apartheid dan menjadi presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan yang
terpilih secara demokratis sejak tahun 1994-1999. Sebuah kemenangan yang memang
diinginkan sejak lama bagi warga kulit hitam Afrika Selatan. Perjuangan Mandela
pun diakui oleh dunia sebagai seorang revolusioner yang menumbangkan kekejaman
apartheid. Mandela berpesan "Yang penting dalam hidup bukanlah fakta bahwa kita
telah hidup. Namun bagaimana (kita)
bisa lakukan hal yang berbeda untuk kehidupan orang lain yang akan menentukan
signifikansi dari kehidupan yang kita pimpin".[ii]
Pembelaan Hak
Asasi Rakyat Palestina
Tak hanya melakukan pembelaan atas negaranya sendiri, Mandela
kerap kali memberikan pembelaan atas diskriminasi kemanusiaan bagi mereka yang
lain (the others) yang terjadi di beberapa negara. Pada 4 desember tahun 1997
pada peringatan hari Internasional Solidaritas Bangsa Palestina di Pretoria
Afrika Selatan, dia mengatakan dengan lantang tentang makna kebebasan bagi
rakyat Palestina "Kita tahu betul bahwa kebebasan kita akan tetap tidak
lengkap tanpa kebebasan rakyat Palestina”. Ungkapan pembelaan ini kiranya bisa
kita cermati bagaimana Mandela menggunakan kata-kata untuk memperjuangkan
hak-hak persamaan asasi manusia. Dalam hal pembelaan terhadap rakyat Palestina,
Ungkapan dan gerakan perjuangan Mandela diteguhkan pula oleh seorang
revolusioner, Subcommandante Marcos. Menanggapi krisis di Palestina, Marcos
dalam konferensi the World Festival of
Dignified Rage pada tanggal 4 Januari 2009 memberikan pembelaan atas hak-hak
sipil rakyat Palestina dengan menolak kekerasan atas nama apapun. Israel
bertanggung jawab dalam hal kejahatan HAM rakyat Palestina. Marcos juga
menyerukan agar rakyat Palestina tetap bertahan dan berjuang tasa hak tanah
kelahirannya Palestina.[iii]
Cinta Batik Indonesia?
Mandela sempat membuat Presiden RI Suharto terkejut saat
tokoh anti apartheid itu mengunjungi Jakarta pada tahun 1997. Saat itu, Mandela
mengenakan batik, sementara Suharto berjas lengkap. Bahkan menurut berita yang
dilansir di Tribun News.com Batik
juga dikenakan saat acara-acara resmi seperti saat launching asosiasi mantan
pemimpin dunia, The Elders tahun 2007 lalu.[iv]
Mantan Duta besar RI untuk Afrika Selatan Sugeng Rahardjo kepada BBC mengatakan bahwa perkenalan Mandela dengan batik terjadi pada tahun 1990, beberapa bulan setelah dia keluar dari penjara Pulau Roben. Asia termasuk Indonesia, kata Rahardjo, adalah tujuan utama perjalanan Madiba -nama akrab Mandela- usai keluar penjara. Saat kunjungan Mandela ke Indonesia, Mandela diberi cindera mata baju batik oleh presiden RI Soeharto. Bahkan beberapa baju batik merupakan rancangan desainer Indonesia Iwan Tirta. Alhasil, baju batik yang sering ia (Mandela) kenakan terkenal di kalangan masyarakat afrika Selatan. Untuk menghormati dan sebagai kenangan rakyat Afrika Selatan, baju Mandela yang terbuat dari batik tersebut dinamakan “Madiba Shirt” atau baju Madiba. Nama tersebut diambil dari nama klan keluarga Nelson Mandela. Sementara itu untuk selalu mengenang perjuangan Nelson Mandela, didirikan beberapa institusi sosial bernama Nelson Mandela Foundation, Nelson Mandela’s Children Fund, dan The Mandela Rhodes Foundation. Kenangan Perjuangan Mandela akan selalu dikenang milyaran umat manusia sebagai Tokoh Pejuang Kemanusiaan Anti-Diskriminasi, saat ini hingga masa yang akan datang.
Mantan Duta besar RI untuk Afrika Selatan Sugeng Rahardjo kepada BBC mengatakan bahwa perkenalan Mandela dengan batik terjadi pada tahun 1990, beberapa bulan setelah dia keluar dari penjara Pulau Roben. Asia termasuk Indonesia, kata Rahardjo, adalah tujuan utama perjalanan Madiba -nama akrab Mandela- usai keluar penjara. Saat kunjungan Mandela ke Indonesia, Mandela diberi cindera mata baju batik oleh presiden RI Soeharto. Bahkan beberapa baju batik merupakan rancangan desainer Indonesia Iwan Tirta. Alhasil, baju batik yang sering ia (Mandela) kenakan terkenal di kalangan masyarakat afrika Selatan. Untuk menghormati dan sebagai kenangan rakyat Afrika Selatan, baju Mandela yang terbuat dari batik tersebut dinamakan “Madiba Shirt” atau baju Madiba. Nama tersebut diambil dari nama klan keluarga Nelson Mandela. Sementara itu untuk selalu mengenang perjuangan Nelson Mandela, didirikan beberapa institusi sosial bernama Nelson Mandela Foundation, Nelson Mandela’s Children Fund, dan The Mandela Rhodes Foundation. Kenangan Perjuangan Mandela akan selalu dikenang milyaran umat manusia sebagai Tokoh Pejuang Kemanusiaan Anti-Diskriminasi, saat ini hingga masa yang akan datang.
RIP Mandela
Diterbitkan melalui Majalah Tebuireng Edisi Januari tahun 2013
[i]
Apartheid adalah sistem pemisahan ras legal yang diterapkan di Republik Afrika
Selatan dari tahun 1948 sampai 1993. Apartheid berasal dari kata bahasa Afrika
yang berarti “terpisah”. Namun, bibit apartheid sebenarnya telah tumbuh jauh
sebelum tahun 1948 dan terus menghantui Afrika Selatan sebelum akhirnya
dihapuskan. Dari laman http://www.amazine.co/25039/apa-itu-apartheid-fakta-sejarah-informasi-lainnya/
14 Desember 2013
[ii]
Ungkapan diambil dari laman http://www.nelsonmandela.org/content/page/biography
14 Desember 2013
[iii] Diambil dari Spanish and English Text Versions of Subcomandante Marcos' speech on Gaza, given at the World Festival of Dignified Rage on January 4th, 2009, Blog Tony Herrera. Subcommandante Marcos adalah pemimpin gerilyawan EZLN di Meksiko yang berjuang atas penderitaan dan penindasan hak asasi manusia masyarakat keturunan asli Maya di Chiapas. Marcos memberikan perlawannanya terhadap pemerintahan Meksiko karena mereka (warga keturunan asli Maya Meksiko) hidup dalam penderitaan dan tidak diakui hak-hak kewarganegaraannya sehingga pelayanan publik kepada masyarakat terisolir tidak ada mengingat pemerintah Meksiko masih menganggap mereka masyarakat kelas tiga dan tidak diperhatikan kesejahteraannya.
[iv]
Diambil dari laman http://www.tribunnews.com/lifestyle/2013/12/06/inilah-jasa-jasa-nelson-mandela-memromosikan-batik-indonesia-pada-dunia
14 Desember 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar