Harapan lingkungan kita hijau pasti keinginan semua orang. Tahukah anda,dengan penerapan teknologi hijau ini,kita bisa mengurangi adiksi terhadap minyak bumi yang lambat laun akan terus berkurang dan terkuras. Bioethanol menjadi salah satu teknologi hijau yang sedang dikembangkan.
Tidak mudah memang,karena teknologi ini memang masih dalam tahap penyempurnaan. Salah satunya adalah Biological pretreatment menggunakan Jamur Pelapuk Putih atau White Rot Fungi. White rote Fungi diteliti memiliki potensi dalam degradasi limbah lignosellulose yang nantinya dikonversi menjadi bioethanol dengan fermentasi. Tahapan pretreatment biologis ini selain aman,tidak membahayakan lingkungan,ternyata bisa berpotensi mendegradasi limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang merupakan by product dari Industri pengolahan minyak mentah (CPO). Selain mengurangi dampak kenaikan CO2 terhadap lingkungan akibat penumpukan TKKS hingga menjulang tinggi (kita tahu bahwa limbah ini biasanya teronggok tidak diolah ,dan langsung dibuang begitu saja dan terkadang dibakar) dan menyebabkan kenaikan CO2,sehingga perlu dilakukan pengolahan lanjut agar bisa dipergunakan sebagai nilai tambah selain hanya menjadi “Limbah”.
Dengan menggunakan Jamur Pelapuk Putih peneliti mempercayai persoalan lingkungan akibat pembuangan limbah TKKS dan kenaikan CO2 bisa teratasi. Selain itu juga menjadi salah satu bahan pembuatan Bioethanol yang kini banyak diminati oleh masyarakat dunia. Seperti Jerman misalnya,bahan bakar gas harus memiliki kandungan ethanol 20% sehingga mengurangi dampak polusi. Jamur pelapuk putih bertindak sebagai Devaluator agent sehingga kandungan lignin dalam TKKS berkurang yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan baku fermentasi BioEthanol. Hal ini merupakan harapan untuk masa depan. Masa depan untuk dunia tanpa limbah dan dunia dengan energi hijau ala “Pretreatment Biologis dengan Jamur Pelapuk Putih”. Mushroom really will save the world. Believe in it!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar