Jumat, 29 April 2011

Lysekil Trip 2011



  Senin  25 April 2011 kemaren tiba-tiba di sms temen saya,Matthias Eng . Dia berkata " Hey What are you doing today? If you do not have a plan I will take you somewhere outside Goteborg. Text me back.." intinya ngajakin maen ke suatu tempat yang ga ada di Goteborg..Langsung saja saya hubungi temen2 kalo ada plan untuk hari itu atau tidak,akhirnya hanya Jati yang bisa. Mini ,partner dan kawan kerja masih ada kerjaan yang harus dilakukan hari tu. Oke langsung "cap-cus" ketemu Matthias di depan apartemen jam 11 (agak telat,malu neh hihi soalnya nungu2an hehe)..Akhirnya ketemu Matthias di depan Apartemen Volrat 14,Goteborg dan dia ngajak kita pake mobil..wahh senengnya bisa "dolan" pake mobil Mini Cooper warna hijau buatan Jerman plat Swedia ..Lumayan bisa maen..

  Langsung kita nae mobil menuju tempat tujuan sambil dijalan nyari tempat makan dekat perbatasan kota,yo wes kita berhenti di McD biar cepet,,,hehe (bener2 Fastfood mania hehehe)..Setelah lapar hilang langsung kembali on the way to Lysekil!! Yeahh.....Perjalanan sampai tujuan sekitar 1 jam,melewati highway,pedesaan khas Swedia dimana ada lapang rumput luas dan peternakan kuda, Sapi, maupun Kambing..khas banget pokoknya..Biasanya rumah di pedesaan berwarna merah dengan cat pembatas warna hitam,sangat tipikal untuk perumahan pedesaan (country house) di Swedia..

Gambar Jalan menuju Lyseckil dengan latar country house
  Perjalanan cukup melelahkan,jadi kita bertiga berinisiatif "Pull Over" ato minggir istirahat di sebuah tempat istirahat yang cukup bagus pemandangannya,ada Toilet,pemandangan lepas Laut.

Rest Area menuju Lysekil
Pemandangan dari Rest Area dan Sahabat kami Matthias Eng sedang memotret pemandangan.

  Perjalanan pun dilanjutkan lagi, Mobil Mini Cooper siap di Gas lagi..Selama Perjalanan kami banyak menjumpai Hutan belantara,Pemandangan Laut, Tunnel, dan Jembatan. Hal ini menarik karena Tunnel dibuat dengan menembus bebatuan bukit. Saya berpikir "kapan ya Indonesia bisa menembus bukit batu kayak gini" hehe..anyway.perjalanan berlanjut hingga kita melewati Tunnel dan Jembatan super panjang "semacam suramadu".

Jembatan Tjornborn,Swedia

Tunnel menuju Lysekil

  Beberapa saat kemudian kita sampai pada suatu dermaga kecil,penyebrangan angkutan..kalo di Indonesia bisa di bilang ferry penyebrangan. Kapal ini bisa mengangkut hingga 50 mobil 4 penumpang. Penyebrangan antar pulau kecil ini berlangsung sekitar 20 menit.Selama 20 menit kita keluar dari mobil dan memanfaatkan suasana hangat dengan naik ke atas ferry dan berfoto-foto hehe..
saya bersama Matthias Eng diatas ferry penyebrangan dengan pemandangan latar laut.

Setelah sampai di pulau,kami pun kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan..Mbrumm mbrumm..."cap Cus lagi"...
Di Jalan menuju Lyseckil.

  Akhirnya beberapa menit kemudian ,sampailah kita ke sebuah kota dermaga kecil yang terkenal memiliki pantai batu "round" yang unik. Selain merupakan kota dermaga,kota ini juga dulunya menjadi penghasil ikan karena dulunya banyak nelayan ikan.Namun seiring jaman,nelayan berangsur menghilang. Hanya kapal-kapal atau speedboat sewaan yang bersandar. Pantai batu Lysekil memiliki keunikan tersendiri karena terkadang pada suatu waktu tertentu, anjing laut datang ke pantai untuk sekedar berjemur bahkan Ikan paus dan hiu muncul ke permukaan.

"Selamat datang di Lysekil"
  Akhirnya nyampe juga di kota dermaga Lysekil.Biasanya keluarga istana kerajaan Swedia berlibur di tempat ini. Selain itu juga biasa dibuat untuk menerima tamu kenegaraan. Bahkan memang ada bangunan khusus untuk tamu kenegaraan semacam cottage milik kerajaan Swedia.

Kota Lysekil

Pelabuhan Lysekil

Matthias Eng di dermaga Lysekil

Salah satu pemandangan pantai dermaga Lysekil.

Pantai dermaga Lysekil dan bendera Swedia.

  Akhirnya kita sampai di Pantai dermaga Lysekil,sebuah pantai bebatuan yang berbentuk round akibat pembentukan vulkanik sejak jaman es oleh aliran pasang laut.

( Bersambung......)
Sambungan......

Lysekil sebuah kota kecil yang indah. Kebanyakan perumahan yang dibangun beberapa hanya berfungsi sebagai summer house. Namun kebanyakan adalah warga yang menetap.
Kota ini dulunya menjadi kota pelabuhan nelayan nelayan ikan. Ikan-ikan yang ditangkap bermacam-macam dari ikan Salmon hingga Mackaril. Kami bertiga menuju pantai dan mendapati sebuah restorasi rumah nelayan yang kini menjadi museum. Di depan rumah tersebut juga terdapat Perahu duplikat nelayan jaman dahulu.

Perahu "duplikat "yang biasa digunakan nelayan ikan di Lysekil.

Rumah Nelayan jaman dahulu di Lysekil,agak sempit memang.






Inilah pantai bebatuan "rounded" akibat jaman es jutaan tahun yang lalu.









Pantai yang sering digunakan anjing laut berjemur. sayang anjing laut tidak datang dan muncul ketika kami kesana.
Di salah satu sudut pantai kami mendapati sebuah kolam air yang terbentuk alami. Kolam itu berada ditengah pantai yang berbatu. Kemungkinan air yang ada dikolam tersebut adalah air es yang mencair selama musim semi.


Panti berbatu ini agak berbukit-bukit sehingga memang membutuhkan tubuh yang fit.Selain matahari yang cukup terik,bebatuan yang terjal memang banyak sehingga harus hati-hati .

Inilah akhir perjalanan kami di Lysekil.Perjalanan yang cukup melelahkan namun joyful.


Hiburan :



Di tengah perjalanan,kami mendapati sebuah mobil dengan tempelan Ovningskor,ternyata menurut Matthias itu adalah tanda bagi pengemudi muda yang sedang belajar menyetir. Tidak ada sekolah khusus menyetir sehingga yang mengajari mereka adalah orang tua atopun saudaranya yang telah mahir menyetir mobil. Bagaimana dengan di Indonesia??..













  


2 komentar:

  1. subhanallah... cantik sekali kotanyaaaa... :3

    BalasHapus
  2. iya, Uzi..Alhamdulillah sempat diajak temen se departemen saat spring..hehe kota kecil tapi unik pantainya..batu semua..

    BalasHapus